PEMANFAATAN DAUN KETEPENG UNTUK PENYAKIT TINEA CAPITIS OLEH JAMUR GOLONGAN DERMATOPHYTA
DOI:
https://doi.org/10.47522/jmm.v4i1.167Keywords:
Tinea capitis ; jamurAbstract
Penyebab Tinea capitis adalah jamur Dermatofita yang menyerang rambut dan kulit kepala, dan biasanya terjadi pada anak anak, paling sering menginfeksi anak-anak usia 3 sampai 14 tahun. Genus Jamur pada dermatofitosis dibagi menjadi tiga, yaitu; Epidermophyton, Microsporum, dan Trichophyton. Dan genus yang menginfeksi Pada Tinea capitis adalah genus Trichophyton dan Microsporum. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pencegahan penyakit Tinea capitis. Dapat disimpulkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan pada warga di Kelurahan Kuto Batu sudah mengetahui jamur pada kulit
kepala, namun beberapa diantara probandus belum mengetahui bahwa hal tersebut merupakan jamur. Oleh karena itu, melalui penyuluhan ini antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam kegiatan ini dengan melihat banyaknya pertanyaan mengenai pemanfaatan daun ketepeng
References
Alifah, U. N. (2021). Epidemiologi Tinea Capitis. https://www.alomedika.com/penyakit/dermatovenereologi/tineakapitis/epidemiologi
Artanti, M. F. N. M. L. O. (2018). AKTIVITAS ANTIFUNGI DAUN KETEPENG CINA (Cassia
alata L.) FRAKSI ETANOL, N-HEKSAN, DAN KLOROFORM TERHADAP JAMUR
Microsporium canis. Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy, 2(1), 28.
https://doi.org/10.21111/pharmasipha.v2i1.2134
Bitung, H. (2021). Apa itu Dermatofitosis? https://herminahospitals.com/id/articles/apaitu-dermatofitosis.html
Hidayat, R. (2018). Hubungan Kebersihan Diri (Personal Hygiene) Dengan Kejadian
Penyakit Dermatofitosis Di Desa Lereng Wilayah Kerja Puskesmas Kuok. Jurnal Ners,
(1), 86–94. https://doi.org/10.31004/jn.v2i1.713
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jurnal Mitra Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Mitra Masyarakat memberikan akses terbuka terhadap siapapun agar informasi pada artikel dapat bermanfaat bagi orang banyak. jurnal dapat diakses tanpa dipungut biaya, sesuai dengan lisensi creative commons yang digunakan.