AI Policy

Jurnal Mitra Masyarakat berkomitmen untuk menjaga integritas, transparansi, orisinalitas, dan kualitas publikasi ilmiah. Seiring dengan perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, penggunaan teknologi AI dalam proses penelitian, penulisan artikel ilmiah, penyuntingan, dan publikasi semakin berkembang.

Jurnal Mitra Masyarakat mengakui bahwa teknologi AI dapat mendukung peningkatan kualitas penulisan dan efisiensi proses publikasi ilmiah. Namun, penggunaannya harus dilakukan secara etis, bertanggung jawab, transparan, dan tidak mengurangi tanggung jawab akademik penulis, editor, maupun reviewer.

Kebijakan ini bertujuan memberikan pedoman penggunaan AI dalam seluruh proses publikasi ilmiah untuk menjamin keaslian karya, validitas informasi, kerahasiaan data, dan kepatuhan terhadap etika publikasi.

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses publikasi Jurnal Mitra Masyarakat, meliputi:

  • Penulis (authors).

  • Editor dan dewan editor (editorial board).

  • Mitra bestari (peer reviewers).

  • Pengelola jurnal (journal management).

Kebijakan ini mencakup penggunaan teknologi AI generatif, seperti ChatGPT, Gemini, Claude, Copilot, dan teknologi sejenis yang digunakan dalam proses penyusunan, penelaahan, dan pengelolaan artikel ilmiah.

 

1. Penggunaan AI yang diperbolehkan

Penulis diperbolehkan menggunakan teknologi AI secara terbatas sebagai alat bantu dalam proses penyusunan artikel ilmiah, antara lain:

  1. Memperbaiki tata bahasa, ejaan, dan struktur kalimat.

  2. Membantu penerjemahan bahasa dengan verifikasi oleh penulis.

  3. Meningkatkan keterbacaan dan kejelasan penyajian artikel.

  4. Membantu penyusunan kerangka atau organisasi naskah.

  5. Membantu penelusuran awal literatur, dengan kewajiban memeriksa sumber asli.

  6. Membantu analisis data atau pembuatan kode pemrograman apabila penggunaannya sesuai dengan metodologi penelitian dan dilaporkan secara transparan.

2. Penggunaan AI yang tidak diperbolehkan

Penulis dilarang menggunakan AI untuk:

  1. Membuat atau memanipulasi data penelitian yang tidak didasarkan pada hasil penelitian sebenarnya.

  2. Menghasilkan referensi atau kutipan ilmiah fiktif.

  3. Memalsukan hasil analisis, temuan penelitian, maupun kesimpulan.

  4. Menghasilkan gambar, grafik, atau dokumentasi kegiatan yang menyesatkan pembaca mengenai bukti penelitian.

  5. Melakukan plagiarisme atau menyamarkan penggunaan karya pihak lain.

  6. Mengunggah data pribadi responden, dokumen rahasia, atau informasi sensitif ke layanan AI tanpa dasar izin dan perlindungan yang memadai.

    Teknologi AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis maupun penulis bersama (co-author) dalam artikel ilmiah.